Perbedaan Aqiqah dan Qurban: Hukum, Waktu, dan Tujuan

Perbedaan aqiqah dan qurban sering menjadi pertanyaan bagi umat Muslim karena kedua ibadah ini sama-sama melibatkan penyembelihan hewan. Meski terlihat serupa, aqiqah dan qurban memiliki perbedaan dalam tujuan, waktu pelaksanaan, jenis hewan, hingga tata cara pembagian daging.
Memahami perbedaan keduanya sangat penting agar ibadah dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Lantas, apa saja perbedaan aqiqah dan qurban? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Apa Itu Aqiqah dan Qurban dalam Islam?
Sebelum membahas lebih jauh mengenai perbedaan aqiqah dan qurban, penting untuk memahami pengertian masing-masing ibadah.
Pengertian Aqiqah
Aqiqah adalah ibadah penyembelihan kambing atau domba sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak.
Ibadah aqiqah dianjurkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Pelaksanaannya juga berkaitan dengan pemberian nama dan pencukuran rambut bayi.
Dalam ajaran Islam, aqiqah menjadi salah satu bentuk rasa syukur orang tua sekaligus kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan keluarga, kerabat, dan masyarakat sekitar.
Pengertian Qurban
Qurban adalah ibadah penyembelihan hewan ternak yang dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha, yaitu tanggal 10 Dzulhijjah, serta hari Tasyrik pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
Ibadah qurban berkaitan dengan keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, qurban juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian sosial melalui pembagian daging kepada masyarakat yang membutuhkan.
5 Perbedaan Aqiqah dan Qurban yang Perlu Diketahui
Walaupun sama-sama merupakan ibadah penyembelihan hewan, terdapat beberapa hal mendasar yang membedakan aqiqah dan qurban.
1. Perbedaan Tujuan Aqiqah dan Qurban
Aqiqah dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran buah hati. Melalui aqiqah, orang tua berharap keberkahan dan kebaikan bagi anak yang dilahirkan.
Sementara itu, qurban dilakukan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan untuk meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS.
Keduanya juga memiliki nilai sosial karena hasil penyembelihan dapat dibagikan kepada orang lain.
2. Perbedaan Waktu Pelaksanaan
Salah satu perbedaan aqiqah dan qurban yang paling mudah dikenali adalah waktu pelaksanaannya.
Aqiqah dianjurkan pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Apabila belum memungkinkan, pelaksanaannya dapat dilakukan pada waktu lain sesuai dengan pendapat ulama yang diikuti.
Berbeda dengan aqiqah, qurban memiliki waktu khusus, yaitu setelah salat Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah hingga sebelum matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah.
Penyembelihan di luar waktu tersebut tidak dihitung sebagai ibadah qurban.
3. Perbedaan Jenis dan Jumlah Hewan
Dalam pelaksanaan aqiqah, hewan yang digunakan adalah kambing atau domba.
Jumlah hewan aqiqah yang dianjurkan adalah:
Anak laki-laki: dua ekor kambing atau domba.
Anak perempuan: satu ekor kambing atau domba.
Sementara itu, hewan qurban dapat berupa kambing, domba, sapi, kerbau, atau unta, selama memenuhi persyaratan syariat.
Satu ekor kambing atau domba digunakan untuk satu orang yang berqurban, sedangkan satu ekor sapi, kerbau, atau unta dapat digunakan untuk tujuh orang.
Hewan yang disembelih juga harus memenuhi ketentuan usia, kesehatan, dan kondisi fisik yang disyaratkan.
4. Perbedaan Cara Pembagian Daging
Pada pelaksanaan aqiqah, daging umumnya dimasak terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada keluarga, kerabat, tetangga, dan masyarakat yang membutuhkan.
Hidangan aqiqah biasanya berupa nasi box atau makanan siap santap sehingga lebih praktis untuk dibagikan.
Sementara itu, daging qurban umumnya dibagikan dalam keadaan mentah kepada penerima manfaat.
Pembagian daging qurban menjadi tiga bagian, yaitu untuk orang yang berqurban, hadiah kepada kerabat, dan sedekah kepada fakir miskin, merupakan pembagian yang dianjurkan. Pembagiannya tidak harus selalu sama besar, dengan tetap memperhatikan hak penerima sesuai ketentuan syariat.
5. Perbedaan Hukum Aqiqah dan Qurban
Menurut mayoritas ulama, hukum aqiqah adalah sunnah muakkad, yaitu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi orang tua yang mampu.
Sementara itu, hukum qurban menurut mayoritas ulama juga sunnah muakkad bagi umat Muslim yang memiliki kemampuan.
Namun, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Dalam mazhab Hanafi, qurban dinilai wajib bagi Muslim yang memenuhi syarat tertentu.
Oleh karena itu, pelaksanaan kedua ibadah sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan dan ketentuan fikih yang diyakini.
Tabel Perbedaan Aqiqah dan Qurban
Berikut ringkasan perbedaan aqiqah dan qurban agar lebih mudah dipahami.
AspekAqiqahQurbanTujuanSyukur atas kelahiran anakKetaatan kepada AllahWaktuDianjurkan hari ke-7 kelahiran10–13 DzulhijjahHewanKambing atau dombaKambing, domba, sapi, kerbau, untaJumlah2 ekor untuk laki-laki, 1 untuk perempuanKambing 1 orang, sapi/unta hingga 7 orangPembagianUmumnya sudah dimasakUmumnya dibagikan mentahHukumSunnah muakkad menurut mayoritas ulamaSunnah muakkad menurut mayoritas ulama
Aqiqah atau Qurban Dulu, Mana yang Harus Didahulukan?
Pertanyaan mengenai aqiqah atau qurban dulu sering muncul, terutama ketika seseorang memiliki dana terbatas.
Pada dasarnya, aqiqah dan qurban merupakan dua ibadah yang berbeda sehingga tidak otomatis saling menggantikan.
Aqiqah berkaitan dengan kelahiran anak, sedangkan qurban berkaitan dengan pelaksanaan ibadah pada Hari Raya Idul Adha.
Jika orang tua baru dikaruniai anak dan memiliki kemampuan, aqiqah dapat diprioritaskan sesuai waktu yang dianjurkan.
Namun, apabila Hari Raya Idul Adha sudah dekat dan dana hanya mencukupi satu ibadah, keputusan dapat mempertimbangkan waktu pelaksanaan, kemampuan finansial, serta pandangan ulama yang diikuti.
Tidak perlu memaksakan diri hingga mengganggu kebutuhan pokok keluarga. Islam mengajarkan bahwa ibadah dilaksanakan sesuai kemampuan.
Apakah Aqiqah Bisa Digabung dengan Qurban?
Sebagian masyarakat juga bertanya apakah satu hewan dapat diniatkan sekaligus untuk aqiqah dan qurban.
Persoalan ini memiliki perbedaan pendapat di kalangan ulama.
Sebagian ulama membolehkan penggabungan niat dalam kondisi tertentu, sedangkan ulama lainnya berpendapat bahwa kedua ibadah sebaiknya dilaksanakan secara terpisah karena memiliki tujuan dan ketentuan masing-masing.
Untuk mendapatkan kepastian sesuai mazhab yang diikuti, sebaiknya berkonsultasi dengan ustaz atau ulama yang memahami fikih aqiqah dan qurban.
Hikmah Melaksanakan Aqiqah dan Qurban
Selain memiliki ketentuan berbeda, kedua ibadah ini mengandung banyak hikmah dalam kehidupan seorang Muslim.
Beberapa hikmah pelaksanaan aqiqah dan qurban antara lain:
Meningkatkan rasa syukur atas nikmat dan rezeki yang diberikan Allah SWT.
Melatih keikhlasan dalam menjalankan perintah dan anjuran agama.
Menumbuhkan kepedulian sosial dengan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
Mempererat silaturahmi bersama keluarga, kerabat, dan tetangga.
Mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah yang dilaksanakan dengan niat tulus.
Dengan memahami hikmah tersebut, pelaksanaan aqiqah maupun qurban tidak hanya menjadi kegiatan penyembelihan hewan, tetapi juga sarana meningkatkan ketakwaan dan kepedulian kepada sesama.
Ingin Melaksanakan Aqiqah dengan Praktis?
Bagi Ayah dan Bunda yang sedang mempersiapkan aqiqah buah hati, memilih layanan aqiqah dapat membantu mempermudah proses penyembelihan, pengolahan makanan, hingga pendistribusian.
Aqiqah Express menyediakan pilihan paket aqiqah dengan berbagai menu olahan kambing dan pilihan nasi box untuk kebutuhan syukuran keluarga.
Ayah dan Bunda dapat menyesuaikan paket dengan jumlah porsi, menu pilihan, serta anggaran yang tersedia.
Baca juga: Harga Paket Aqiqah Express Terbaru
Kesimpulan
Perbedaan aqiqah dan qurban terletak pada tujuan, waktu pelaksanaan, jenis hewan, jumlah hewan, serta tata cara pembagian daging.
Aqiqah merupakan ibadah yang berkaitan dengan kelahiran anak sebagai ungkapan syukur, sedangkan qurban dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT.
Meskipun memiliki ketentuan yang berbeda, keduanya sama-sama mengajarkan keikhlasan, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama.
Semoga penjelasan ini membantu Ayah dan Bunda memahami perbedaan aqiqah dan qurban sehingga dapat melaksanakan ibadah dengan lebih baik sesuai tuntunan Islam.
Konsultasi aqiqah gratis
Tanya paket, harga, dan jadwal langsung ke CS cabang terdekat — dibalas cepat lewat WhatsApp.


