Aqiqah Express Indonesia
Panduan Aqiqah

Waktu Terbaik Aqiqah: Hari ke-7, 14, atau 21?

20 Oktober 2026 · 9 menit baca · Tim Aqiqah Express
Waktu Terbaik Aqiqah: Hari ke-7, 14, atau 21?

Waktu terbaik aqiqah menjadi salah satu hal yang sering ditanyakan oleh orang tua setelah kelahiran buah hati. Dalam Islam, aqiqah merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia seorang anak.

Namun, tidak semua orang tua dapat langsung melaksanakan aqiqah setelah bayi lahir. Ada yang masih mempersiapkan biaya, menyesuaikan kondisi keluarga, atau belum mengetahui ketentuan waktu pelaksanaannya.

Lantas, kapan sebenarnya waktu yang paling dianjurkan untuk melaksanakan aqiqah? Apakah harus dilakukan pada hari ketujuh, atau boleh dilaksanakan ketika anak sudah lebih besar?

Yuk, simak penjelasan lengkap mengenai waktu pelaksanaan aqiqah sesuai ajaran Islam berikut ini!

Kapan Waktu Terbaik Aqiqah Menurut Islam?

Menurut tuntunan Rasulullah SAW, waktu terbaik aqiqah adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran anak.

Anjuran tersebut berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Samurah bin Jundub:

"Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelih untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama."

(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Hadis tersebut menjelaskan bahwa pelaksanaan aqiqah pada hari ketujuh merupakan waktu yang memiliki dasar kuat dalam sunnah Rasulullah SAW.

Selain menyembelih hewan aqiqah, pada hari tersebut juga dianjurkan mencukur rambut bayi sebagai bagian dari tuntunan yang berkaitan dengan kelahiran anak.

Meskipun hari ketujuh merupakan waktu yang utama, terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai pelaksanaan aqiqah jika waktu tersebut terlewat.

Ketentuan Waktu Pelaksanaan Aqiqah Hari ke-7, 14, dan 21

Dalam pembahasan fikih, terdapat beberapa waktu yang sering disebutkan sebagai pilihan pelaksanaan aqiqah.

1. Aqiqah Hari ke-7 Setelah Kelahiran

Hari ketujuh merupakan waktu pelaksanaan aqiqah yang paling dianjurkan berdasarkan hadis Rasulullah SAW.

Melaksanakan aqiqah pada waktu tersebut menjadi salah satu cara orang tua mengungkapkan rasa syukur atas kelahiran buah hati.

Jika Ayah dan Bunda sudah memiliki kemampuan serta persiapan yang cukup, sebaiknya aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh.

Dengan merencanakan aqiqah sejak masa kehamilan, keluarga dapat mempersiapkan kebutuhan ibadah dengan lebih matang.

2. Aqiqah Hari ke-14 Setelah Kelahiran

Apabila belum dapat melaksanakan aqiqah pada hari ketujuh, sebagian ulama membolehkan pelaksanaannya pada hari keempat belas.

Pendapat ini dikenal antara lain dalam mazhab Hanbali dan dibahas pula dalam literatur fikih mazhab Syafi'i.

Namun, perlu dipahami bahwa dalil khusus mengenai hari keempat belas memiliki perbedaan penilaian di kalangan ahli hadis.

Karena itu, hari keempat belas dapat menjadi pilihan menurut pendapat ulama tertentu, tetapi anjuran yang paling kuat tetap pada hari ketujuh.

3. Aqiqah Hari ke-21 Setelah Kelahiran

Bagaimana jika orang tua belum mampu melaksanakan aqiqah pada hari ketujuh maupun hari keempat belas?

Sebagian ulama juga membolehkan pelaksanaan aqiqah pada hari kedua puluh satu.

Pendapat tersebut memberikan kelonggaran bagi keluarga yang memerlukan waktu tambahan untuk mempersiapkan biaya dan kebutuhan aqiqah.

Meski begitu, kedudukan dalil hari ke-21 tidak sama kuatnya dengan hadis tentang hari ketujuh.

Oleh karena itu, Ayah dan Bunda sebaiknya memahami bahwa ketentuan hari ke-14 dan ke-21 merupakan bagian dari perbedaan pendapat fikih.

4. Aqiqah Setelah Hari ke-21

Jika aqiqah belum dapat dilaksanakan hingga hari ke-21, sebagian ulama tetap membolehkan pelaksanaannya pada waktu berikutnya.

Dalam mazhab Syafi'i, misalnya, anjuran aqiqah bagi orang tua dibahas hingga anak mencapai usia baligh, dengan ketentuan kemampuan orang tua.

Sementara itu, terdapat pandangan ulama lain yang lebih membatasi waktu pelaksanaan aqiqah.

Karena adanya perbedaan pendapat tersebut, keluarga dapat berkonsultasi dengan ustaz atau ulama yang dipercaya agar pelaksanaannya sesuai dengan pandangan fikih yang diikuti.

Tabel Ringkasan Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Berikut ringkasan waktu aqiqah agar Ayah dan Bunda lebih mudah memahaminya.

WaktuKeteranganHari ke-7Waktu paling utama dan memiliki dasar hadis yang kuatHari ke-14Diperbolehkan menurut sebagian ulamaHari ke-21Diperbolehkan menurut sebagian ulamaSetelah hari ke-21Terdapat perbedaan pendapat mengenai batas dan ketentuannya

Dengan memahami ketentuan tersebut, orang tua dapat mempersiapkan aqiqah secara lebih terencana tanpa mengabaikan kondisi keluarga.

Bagaimana Cara Menghitung Hari Ketujuh Aqiqah?

Selain mengetahui waktu terbaik aqiqah, Ayah dan Bunda juga perlu memahami cara menghitung hari ketujuh setelah kelahiran bayi.

Menurut salah satu pendapat yang banyak digunakan dalam fikih, hari kelahiran bayi ikut dihitung sebagai hari pertama apabila bayi lahir pada siang hari.

Sebagai contoh, jika bayi lahir pada hari Senin pagi, perhitungannya adalah:

HariHitunganSeninHari ke-1SelasaHari ke-2RabuHari ke-3KamisHari ke-4JumatHari ke-5SabtuHari ke-6MingguHari ke-7

Dengan perhitungan tersebut, bayi yang lahir pada Senin pagi dapat melaksanakan aqiqah pada hari Minggu berikutnya.

Namun, untuk bayi yang lahir pada malam hari, terutama setelah Magrib, terdapat rincian perhitungan berdasarkan pendapat ulama.

Hal ini berkaitan dengan pergantian hari dalam penanggalan Islam yang dimulai sejak matahari terbenam.

Untuk memastikan tanggal pelaksanaan yang tepat, Ayah dan Bunda dapat berkonsultasi dengan pihak yang memahami perhitungan hari aqiqah sesuai fikih.

Kenapa Aqiqah Dianjurkan pada Hari Ketujuh?

Anjuran melaksanakan aqiqah pada hari ketujuh memiliki makna penting bagi keluarga Muslim.

Berikut beberapa hikmah yang dapat dipetik dari pelaksanaan aqiqah.

1. Sebagai Bentuk Rasa Syukur kepada Allah SWT

Kelahiran anak merupakan salah satu nikmat besar dalam kehidupan keluarga.

Melalui aqiqah, orang tua menunjukkan rasa syukur atas amanah yang telah diberikan oleh Allah SWT.

2. Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW

Melaksanakan aqiqah pada hari ketujuh merupakan bentuk mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.

Ibadah yang dilakukan dengan niat ikhlas dan sesuai tuntunan diharapkan membawa keberkahan bagi keluarga.

3. Mempererat Silaturahmi

Aqiqah juga menjadi kesempatan untuk berbagi kebahagiaan bersama keluarga, kerabat, tetangga, dan masyarakat sekitar.

Daging aqiqah dapat diolah menjadi berbagai hidangan untuk dibagikan kepada orang lain.

Dengan demikian, aqiqah tidak hanya memiliki nilai ibadah secara pribadi, tetapi juga mengandung nilai kepedulian sosial.

4. Mengawali Kehidupan Anak dengan Kebaikan

Aqiqah merupakan salah satu bentuk perhatian orang tua terhadap buah hati sejak awal kehidupannya.

Momen ini juga dapat menjadi kesempatan untuk memanjatkan doa agar anak tumbuh sehat, memiliki akhlak yang baik, dan menjadi pribadi yang saleh atau salehah.

Berapa Ekor Kambing untuk Aqiqah Anak?

Selain waktu pelaksanaan, jumlah hewan yang digunakan juga perlu diperhatikan.

Dalam ajaran Islam, jumlah kambing atau domba yang dianjurkan untuk aqiqah berbeda antara anak laki-laki dan perempuan.

Aqiqah anak laki-laki:

Dianjurkan menyembelih dua ekor kambing atau domba.

Aqiqah anak perempuan:

Dianjurkan menyembelih satu ekor kambing atau domba.

Hewan yang digunakan harus memenuhi ketentuan syariat, seperti kondisi kesehatan, usia yang dipersyaratkan, dan tidak memiliki cacat yang menghalangi kelayakannya.

Apabila orang tua memiliki keterbatasan biaya, terdapat pembahasan ulama mengenai keringanan pelaksanaan aqiqah, termasuk penggunaan satu ekor kambing untuk anak laki-laki.

Karena itu, sebaiknya pelaksanaan ibadah tetap mempertimbangkan kemampuan keluarga dan pendapat ulama yang diikuti.

Bagaimana Jika Belum Mampu Melaksanakan Aqiqah?

Tidak semua keluarga memiliki kondisi keuangan yang sama setelah kelahiran anak.

Selain kebutuhan aqiqah, orang tua juga perlu mempersiapkan biaya persalinan, perlengkapan bayi, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Menurut mayoritas ulama, hukum aqiqah adalah sunnah muakkad, yaitu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi yang mampu.

Karena itu, orang tua tidak perlu memaksakan diri hingga harus mengabaikan kebutuhan pokok keluarga.

Jika belum memungkinkan untuk melaksanakan aqiqah pada hari ketujuh, Ayah dan Bunda dapat mempertimbangkan pendapat ulama yang membolehkan pelaksanaan pada waktu berikutnya.

Hal terpenting adalah memahami ketentuan ibadah, mempersiapkan kebutuhan sesuai kemampuan, serta melaksanakan aqiqah dengan niat yang baik.

Tips Mempersiapkan Aqiqah agar Tepat Waktu

Supaya pelaksanaan aqiqah berjalan lancar, ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan sejak jauh hari.

1. Rencanakan sejak sebelum kelahiran

Ayah dan Bunda dapat mulai mencari informasi mengenai ketentuan aqiqah, kebutuhan hewan, serta pilihan paket yang tersedia.

2. Siapkan anggaran sesuai kemampuan

Tentukan anggaran dengan mempertimbangkan kebutuhan pokok keluarga setelah kelahiran anak.

3. Pilih hewan yang memenuhi ketentuan syariat

Pastikan kambing atau domba yang digunakan memiliki kondisi fisik yang baik dan memenuhi persyaratan aqiqah.

4. Tentukan jumlah makanan yang akan dibagikan

Perkirakan jumlah keluarga, kerabat, tetangga, dan penerima lain agar pembagian makanan lebih terencana.

5. Gunakan layanan aqiqah jika diperlukan

Bagi keluarga yang memiliki keterbatasan waktu, menggunakan jasa aqiqah dapat membantu proses persiapan, penyembelihan, pengolahan makanan, hingga pengiriman.

Dengan perencanaan yang matang, Ayah dan Bunda dapat menjalankan ibadah aqiqah dengan lebih praktis dan nyaman.

Aqiqah Express Siap Membantu Persiapan Aqiqah Buah Hati

Bagi Ayah dan Bunda yang ingin melaksanakan aqiqah tanpa repot mengurus seluruh persiapannya sendiri, Aqiqah Express menyediakan pilihan layanan aqiqah untuk kebutuhan keluarga.

Mulai dari penyediaan hewan hingga pengolahan makanan, Aqiqah Express menawarkan berbagai pilihan paket yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan syukuran buah hati.

Beberapa layanan yang dapat Ayah dan Bunda pertimbangkan meliputi:

  • Pilihan kambing atau domba untuk aqiqah.

  • Proses penyembelihan yang memperhatikan ketentuan syariat Islam.

  • Pilihan menu olahan kambing seperti sate, gulai, dan hidangan lainnya sesuai paket.

  • Pengemasan makanan untuk mempermudah pembagian.

  • Layanan pengantaran sesuai cakupan wilayah dan ketentuan yang berlaku.

Aqiqah Express menawarkan layanan di berbagai wilayah, antara lain Jabodetabek, Cilegon, Serang, Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, Sumedang, Garut, Medan, Surabaya, Sidoarjo, Kediri, Malang, Semarang, dan Purwokerto.

Untuk memastikan jadwal pelaksanaan, ketersediaan paket, serta pengiriman ke alamat tujuan, Ayah dan Bunda dapat menghubungi tim Aqiqah Express terlebih dahulu.

Baca Juga: Harga Paket Aqiqah Express Terbaru

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Waktu Aqiqah

Apakah Aqiqah Harus Dilaksanakan pada Hari Ketujuh?

Hari ketujuh merupakan waktu yang paling dianjurkan berdasarkan hadis Rasulullah SAW. Namun, terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai pelaksanaan aqiqah setelah hari ketujuh.

Apakah Boleh Aqiqah pada Hari ke-14 atau ke-21?

Sebagian ulama membolehkan pelaksanaan aqiqah pada hari ke-14 atau ke-21 apabila belum terlaksana pada hari ketujuh. Akan tetapi, dalil khusus mengenai kedua waktu tersebut diperselisihkan kekuatannya.

Apakah Anak yang Sudah Besar Masih Bisa Diaqiqahi?

Terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai aqiqah setelah anak mencapai usia baligh. Sebagian ulama membolehkan seseorang melaksanakan aqiqah untuk dirinya sendiri, sedangkan ulama lain tidak menganjurkannya.

Apakah Orang Tua Berdosa Jika Tidak Melaksanakan Aqiqah?

Menurut mayoritas ulama, aqiqah merupakan sunnah muakkad, bukan ibadah wajib. Karena itu, orang tua yang tidak mampu melaksanakan aqiqah tidak berdosa hanya karena belum melaksanakannya.

Apakah Aqiqah Boleh Dilaksanakan Sebelum Hari Ketujuh?

Terdapat perbedaan pendapat fikih mengenai pelaksanaan aqiqah sebelum hari ketujuh. Namun, untuk mengikuti tuntunan yang paling jelas dalam hadis, hari ketujuh lebih diutamakan.

Kesimpulan

Waktu terbaik aqiqah adalah hari ketujuh setelah kelahiran anak, sebagaimana dianjurkan dalam hadis Rasulullah SAW.

Apabila belum dapat dilaksanakan pada waktu tersebut, sebagian ulama membolehkan pelaksanaan pada hari ke-14, ke-21, atau waktu berikutnya dengan ketentuan tertentu.

Karena terdapat perbedaan pendapat mengenai batas waktu aqiqah, Ayah dan Bunda sebaiknya memahami ketentuan fikih yang diikuti.

Yang tidak kalah penting adalah mempersiapkan aqiqah sesuai kemampuan keluarga, memperhatikan kualitas hewan, dan memastikan proses penyembelihan dilakukan dengan benar.

Bagi Ayah dan Bunda yang ingin mempersiapkan aqiqah dengan lebih mudah, Aqiqah Express dapat menjadi pilihan layanan untuk membantu kebutuhan syukuran buah hati.

Yuk, konsultasikan rencana aqiqah bersama Aqiqah Express dan pilih paket yang sesuai dengan kebutuhan keluarga!

Cari Juga:

  • Waktu terbaik aqiqah

  • Kapan waktu aqiqah yang dianjurkan

  • Hukum aqiqah hari ke-7

  • Aqiqah hari ke-14 dan 21

  • Cara menghitung hari ketujuh aqiqah

  • Aqiqah anak laki-laki dan perempuan

  • Harga paket aqiqah terbaru

Konsultasi aqiqah gratis

Tanya paket, harga, dan jadwal langsung ke CS cabang terdekat — dibalas cepat lewat WhatsApp.

Baca juga

Pilih cabang terdekat

Chat langsung dengan CS cabang Ayah/Bunda.